Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Kamis, 10 Oktober 2013

KORELASI SURAT AL-KAUTSAR DENGAN PERAYAAN IDUL ADHA

Bismillahirrahmaanirrahiim
Innaa a'athaina kal kautsar fashalli lirabbika wanhar inna syaniaka huwa al-abtar
Surat al-kautsar sering kali diabaikan ketika merayakan Idul Adha, padahal esensi surat ini sangat dalam dan berarti, bahkan akan terasa tentram dan khusyu ketika merayakannya. Sebagaimana kita ketahui bahwa keyakinan kita melaksanakan ibadah dikarenakan kevalidan dalam dalil yang kita pakai. 
ayat pertama surat al-kautsar adalah sebuah Penguatan terhadap hadiah Alloh kepada Rasulullah saw yang pernah diberikan pada saat isra mi'raj, yaitu telaga kautsar, yang airnya putih seputih susu dan manisnya seperti madu. Telaga ini tidak hanya akan diberikan kepada Rasulullah saw tetapi juga akan diberikan kepada ummatnya yang melakukan 2 hal berikut ini:
1. Sholat : Perintah sholat dalam ayat kedua ini adalah Sholat Idul Adha, yaitu sholat yang dilaksanakan pada bulan djulhijjah, tanggal 10 djulhijjah. dimana hukum sholat ini, ada yang mewajibkan (imam ahmad bin hambal & imam hanafi) dan ada juga yang mengatakan sunnat muakkad (imam Syafi'i dan imam maliki). perintah sholat ini sebagai sholat idul adha dikarenakan ada kata selanjutnya, yaitu anhar, artinya berkurban. dimana tidak ada sholat yang selanjutnya dilaskanakan berkurban kecuali setelah idul adha. 
2. Berkurban: berkurban disini dilaksanakan dengan cara penyembelihan hewan binatang ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau atau unta. berkurban seperti ini, berdasarkan pada syari'at nabi ibrahim yang telah melaksanakan penyembelihan domba sebagai ganti dari nabi ismail.
Pada ayat terakhir, disebutkan adanya sebuah kebencian dari orang munafik kepada nabi muhammad saw yang mengatakan bahwa keturunan nabi muhammad akan terputus karena putra-putra beliau meninggal atau wafat. Maka Alloh SWT menjawab provokasi orang munafik itu, al-Ash bin jail, dengan pernyataan bahwa keadaan sebaliknyalah yang sebenarnya terputus. karena amal-amalan orang munafik itu ibarat fatamorgana tidak akan sampai dan tidak akan diterima segala amal kebaikannya oleh Alloh swt. atau bisa juga para munafikin itu orang paling tidak disukai oleh golongan manapun karena bermuka dua, maka terputuslah persaudaraan mereka. sedangkan kebaikan orang-orang yang selalu beribadah kepada Alloh swt dan selalu berkurban demi Alloh akan selalu diterima Oleh Alloh Swt dan diterima oleh sesama manusia.
Hikmah secara umum yang bisa diketahui adalah:
1. Kita harus selalu bersyukur kepada Alloh SWT atas nikmat yang diberikan-Nya
2. Segala bentuk ibadah yang kita laksanakan itu adalah sebuah bentuk syukur kita kepada Alloh swt. oleh karena itu, kita harus selalu melaksanakan kewajiban kita, terutama sholat sebagai tiangnya agama.
3. Sholat idul adha adalah sholat yang dilakukan oleh ummat islam secara berjamaah dalam kapasitas besar dan merupakan sebuah perayaan besar seluruh umat islam.
4. Berkurban dengan penyembelihan hewan kurban pada bulan djulhijjah ini, merupakan sebuah momentum dari segala bentuk pengorbanan kita di jalan Alloh yang bersifat horizontal. sebuah pengorbanan bisa dilaksanakan berdasarkan pada biaya lebih  kita untuk diberikan kepada orang lain.
5. orang yang melaksanakan sholat dan berkurban itu akan diberikan surga oleh Alloh swt yang didalamnya terdapat telaga kautsar serta silaturahminya berkesinambungan (tidak pernah terputus)
Akhirnya, teranglah bagi kita bahwa surat al-kautsar mengandung 2 dimensi yang berbeda orientasi. ibadah sholat memiliki dimensi spritual vertikal dan berkurban (penyembelihan) memiliki dimensi spritual horizontal. dan surat al-Kautsar adalah surat yang mengandung perayaan Idul Adha.

Moehammad (Wawa) Farid Wazdi (Wafazdi) At-Taziky
11 Okt' 13.
Salam Tandzif......!
 Tandziful Qulub Library

Senin, 26 Agustus 2013

KETAUHIDAN KEPADA ALLOH SWT

Dalam Ketauhidan Islam, Dzat Alloh SWT tidak boleh untuk dipikirkan dan hanya tentang makhluk-makhluk-Nya lah yang boleh dipikirkan. Begitulah Sabda sang Pembawa Risalah, Nabi Muhammad saw. Hikmah dibalik hadits ini sangat besar sekali bagi umat Islam. Terutama bagi kepentingan jiwa dan raga manusia. Kenapa?, sebagaimana dikemukakan manusia itu adalah manusia yang berpikir. Segala sesuatu bagi manusia selalu akan disambut dengan akal pikirannya, yang kemudian "disemayamkan" dihati sebagai inti insan. ketika manusia berpikir tentang Alloh yang begitu besar kekuasaan-Nya dan luasnya Ciptaan-Nya, yang padahal dekat dengan dirinya, namun keghaiban-Nya melebihi segala hal yang ghaib, maka siapapun Tidak akan mampu menemukan-Nya kecuali seizin-Nya. seperti halnya, para penemu dan pencipta benda-benda yang bernilai guna bagi manusia, hanya sedikit saja, apalagi memikirkan Alloh SWT yang diyakini Oleh Nabi Muhammad saw. Maka dari itu, melalui haditsnya ini, beliau mengarahkan kita agar berpikir tentang ciptaan-ciptaan-Nya. karena hal itu lebih berguna bagi kita sebagai makhluk yang paling sempurna. 
Manusia yang menggunakan akalnya untuk memikirkan ciptaan-Nya dengan agar bernilai guna saja, tergolong sedikit yang mampu dan dapat dihitung dengan jari. Maka bisa dipahami banyak orang yang tidak mampu berpikir tentang ciptaan-Nya agar bernilai guna seperti para penemu-penemu dan pencetus/pelopor. Pertanyaanya: kenapa harus ada ilmu Tauhid?. ilmu tauhid ini termasuk salah satu disiplin ilmu, yang mana disiplin ilmu ini mempelajari tentang Ke-Esaan Alloh SWT. agar umat islam tahu akan Tuhannya yang disembah. dan dalam ilmu tauhid ini juga dibatasi agar tidak memikirkan dzat Alloh SWT, Selain dari itu, boleh untuk dipikirkan dan dipelajari. Maka dari itu, dalam ilmu tauhid dipelajari hanya sebatas sifat-sifatnya saja.
Ketika seseorang telah masuk sebuah agama, Maka selain dari melaksanakan kewajiban, tetapi juga telah yakin akan Tuhannya yang disembah. Adapun ilmu tauhid yang dipelajari ummat islam adalah ilmu yang mempelajari sekaligus untuk memperkuat keyakinan dalam hati umat islam. beda halnya dengan ilmu teologi (secara umum: penulis) yang mengemukakan tentang ketuhanan secara umum, setiap sudut ketuhanan dipertanyakan hingga sespesifik mungkin, dan keadaan ini sangat dilarang.
Meskipun sebagian ummat islam tidak mengenal Tuhannya seperti halnya Nabi Muhammad saw, tetapi umat islam dianggap memiliki keyakinan yang sebanding dengan keyakinan Nabi. karena Nabi menjadi suri Tauladan dalam segala hal bagi ummatnya. Konsekuensinya Nabi Muhammad saw yang bertanggung jawab sekaligus menjadi pimpinan ummat islam. Nabi Muhammad saw sebagai sosok Nabi dan Rasul yang sangat dipercaya dan dikasihi Alloh SWT, sehingga tingkat ketauhidan beliau tidak diragukan lagi. Banyak dalam berbagai literatur yang mengemukakan kemuliaan beliau disisi Alloh SWT dan Ummatnya.
Kema'rifatan beliau kepada sang Kholik menjadi tauladan bagi ummat manusia, karena segala pertanyaan tentang ketuhanan telah terjawab, mulai dari Dzat hingga ke-Esaan Alloh SWT., karena 2 permasalahan ini menjadi inti dan pokok yang selalu dipertanyakan dalam masalah ketuhanan. Mengenai Dzat Alloh SWT, Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling dekat dengan Alloh SWT, bahkan sejak Nabi Adam tercipta. Nabi Adam pun mengetahui hal itu karena tercantum kalimat lailaha illalloh Muhammadurrasulullah di lauhil mahfudz sejak Nabi Adam di surga. Tentang ke-Esaan Alloh SWT, Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi yang lebih mengenal Alloh SWT karena Nabi Yang Dijanjikan Alloh SWT untuk mengantarkan ummat manusia ke arah Islam, sebagai Agama yang Paling bertauhid, Tuhan Yang Maha Esa.
Diantara Agama Samawi, Islam, Yahudi dan Nasrani (kristen), Islam adalah Agama paling bertauhid. Kata Islam tidak berorientasi pada kesukuan atau rasisme atau kedaerahan ataupun kefanatikan kepada sang Pembawa risalah. Islam adalah agama yang menyelamatkan dari berbagai kehancuran. Sedangkan kata Yahudi berasal dari kata Yahuda, seorang putraNabi Ya'qub, dimana keturunan atau suatu bangsa dalam bahasa arab selalu memakai ya nisbat, maka menjadi Yahudiyun. adapun kata Nasrani itu berasal dari sebuah daerah di Timur tengah yaitu Nazran atau Nazaret, penduduknya atau pengikut ajaran Yesus disebut Nasrani, yaitu ditambahkan ya nisbat.
Diantara agama Samawi yang ada, saya lebih berpendapat bahwa semua Agama yang diajarkan oleh para rasul dan Nabi Alloh Adalah Agama Islam, tanpa terkecuali. hal ini merunut dari sebuah ungkapan firman Alloh tentang keyakinan dan risalah Nabi ibrahim As, Ali Imron ayat 67. Nabi Ibrahim adalah Nabi yang dikenal sebagai Bapak para Nabi. sehingga bisa disimpulkan bahwa semua Nabi membawa ajaran Agama Islam sekaligus Menyebarkan Agama Islam.
Maka dari itu, Ilmu Tauhid Ketuhanan Islam ini mengemukakan tentang Pengenalan dan penguatan keyakinan kepada Alloh SWT. Selebihnya, sebuah pengetahuan ummat Islam yang tidak memperbolehkan mempertanyakan tentang Dzat Alloh SWT. karena keterbatasan akal dan pikiran manusia. Sebuah tambahan yang sangat berguna bagi ummat islam adalah bahwa yang harus dipikirkan adalah Makhluk-Makhluk-Nya.
 تفكّروا فى خلق الله و لا تتفكّروا فى ذات الله

Sabtu, 27 Juli 2013

ANALISIS ARTI KATA LAILATUL QADAR

Lailatul qadar artinya Malam diturunkannya al-Qur'an secara keseluruhan dari lauhil mahfud ke baitul 'izzah (langit  bumi) melalui malaikat jibril. akan tetapi saya mencoba memahami kata lailatul qadar dari segi bahasa perkata. lailatul qadar terdiri dari 2 kata, yaitu lailah dan al-qadar. lailah artinya malam, dimana waktu ini mulai dari terbenam matahari hingga terbit fajar. sedangkan al-Qadr artinya kepastian atau ketentuan. jadi bila disatukan menjadi malam kepastian dan ketentuan Alloh SWT. Lailatul qadar adalah malam dimana diturunkannya segala Ketentuan dan Kepastian Alloh SWT untuk manusia, yaitu Al-Qur'an. al-Qur'an memuat seluruh ketentuan-ketentuan dan kepastian-kepastian alam semesta untuk manusia. Dimana berbagai kejadian yang menakjubkan diberitahukan oleh Alloh SWT. seperti turunnya para malaikat rahmat pada malam itu, yang mana biasanya setiap hari malaikat turun ke bumi setiap pagi kurang lebih 70.000 malaikat. kemudian kata ruh, ada yang memahami sebagai malaikat jibril dan ada juga yang mengatakan bahwa ruh disini adalah ruh-ruh ahli ibadah. akan tetapi bila dilihat dari lapadnya, kata ruh itu ditulis dalam bentuk mufrod (yang menunjukan pada satu), maka cenderung lebih benar dimaknai malaikat jibril sebagai ruhul amin/ruhul quds) yaitu malaikat pembawa wahyu untuk disampaikan kepada Nabi dan Rasul. 
Memahami dari sisi bahasa tentang pengertian lailatul qadar ini, menjadikan adanya sebuah keistimewaan bahkan para ulama memaknai sebuah kemuliaan. Keistimewaan yang terdapat pada malam lailatul qadar ini adalah adanya kejadian yang luar biasa atau tidak biasa. Dimana biasanya para malaikat turun dipagi hari, tetapi pada malam lailatul qadar, mereka turun atas izin Alloh SWT dimalam hari. Kemudian turunnya Malaikat jibril memangku tugas membawa al-Qur'an secara keseluruhan ke baitul 'izzah tanpa menyampaikan kepada seorang Nabi, sehingga pada saat yang lain di bulan suci ramadhan, malaikat jibril menyampaikan 5 ayat dari 6236 ayat kepada Nabi Muhammad saw. 
Selanjutnya yang menjadi pertanyaan, kenapa lailatul qadar harus dicari-cari dan dinanti-nanti sepanjang hidup kita hingga kiamat nanti. Apakah hanya sekedar sebuah peringatan atau untuk mengingatkan ataukah ada sesuatu yang lebih istimewa sehingga konon katanya ada orang yang mendapatkan lailatul qadar dan diberikan sebuah keistimewaan?. berbagai tanda lailalatul qadar ditemukan orang-orang yang beruntung.
Menurut anjuran Rasulullah saw, kita dianjurkan untuk mencari pada tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 ramadhan. ini menandakan bahwa kemuliaan dan keistimewaan lailatul qadar itu masih berlanjut. dan penampakan keistimewaan yang bertepatan dengan malam lailatul qadar itu adalah rahasia ilahi. Artinya kejadian turunnya para malaikat dan ar-ruh turun dimalam lailatul qadar masih dipastikan terjadi.

HIERARKI PUASA

Ada 3 tingkatan puasa yang dikemukakan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya "Ihya ulumuddin" Jilid 1 hal 241. Pertama Puasa Umum. Puasa umum ini disebut juga puasa "awam" yaitu menahan lapar dan dahaga serta menahan kemaluan (Farji) syahwat. Puasa ini merupakan tingkatan bawah, karena puasa umum ini hanya menahan lapar dan farji. puasa ini juga sesuai dengan pengertian puasa menurut istilah, yaitu menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari. Ada nilai lebih dari puasa umum ini, yaitu menahan farji (kemaluan) dari syahwat biologis manusia. dan menahan farji ini adalah konsekuensi dari menahan lapar dan dahaga. selain dari itu, adanya pemeliharaan dan pengaturan syahwat manusia. 
orang yang terbiasa berpuasa, pencernaannya akan selalu terpelihara dan teratur. maka sewajarnya bila Nabi mengungkapkan " Shuumuu tashihu" (berpuasalah kalian maka kamu (akan) sehat". keteraturan pencernaan manusia memiliki dampak positif bagi segala hal yang ada pada diri manusia seutuhnya. terutama pada organ vital (reproduksi) manusia karena hal ini merupakan organ terpenting bagi manusia. ibarat sebuah pabrik yang dituntut menghasilkan produk yang baik. begitupun dengan hikmah puasa secara umum ini.
kedua, puasa khusus atau disebut juga puasa khawas. puasa ini adalah tingkatan puasa yang kedua yang mana seluruh panca indera dijauhkan dari perbuatan dosa. maksudnya, selain menahan lapar dan minum serta farji, ditambah pengarahan panca indera ke arah yang lebih positif dan mendatangkan nilai-nilai yang bermanfaat. seperti lidahnya (mulutnya) dipakai untuk bertadarus.
ketiga puasa khususul khusus atau khawasil khawas. puasa ini adalah puasa hati dari perbuatan hati yang tidak baik. seperti suudzzon, iri dengki dan sebagainya.tingkatan puasa ini adalah tingkatan tertinggi karena mampu menjaga inti manusia dari segala hal yang buruk. ketinggian tingkat puasa ini karena sulitnya menjaga hati dari khawatir-khawatir (gerakan-gerakan) hati yang sulit diarahkan kepada hal-hal yang positif. oleh karenanya, Alloh selalu menganjurkan untuk selalu menjaga hati melalui dzikir kepada-Nya. 
Dari ketiga tingkatan puasa diatas, terdapat kesesuaian dengan definisi Iman, dari sisi anggota badan manusia, yaitu hati, lisan dan perbuatan. Maka kita bisa lihat pada ayat tentang diwajibkannya puasa, yaitu seruan atas orang-orang yang beriman kepada Alloh SWT. 
Nilai yang terkandung dari tingkatan puasa, tidak lebih adalah sebuah pembinaan kesabaran dalam menjalankan segala yang diperintahkan oleh Alloh swt sehingga mampu menjadi orang yang paling mulia di sisi-Nya, yaitu orang yang bertaqwa.

Jumat, 15 Februari 2013

Kekuatan Spiritual dari Lapadz Alloh SWT

Alloh Swt adalah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan segala apa yang ada di dalamnya. Kata Alloh Swt diambil dari kata alaha- yalihu - ilaahan. yang kemudian diberi tanda kema'rifatan atau kekhususan yaitu alif lam. jadi al-ilaahu. kemudian kata tersebut dirubah menjadi Kata Alloh SWT agar mudah dilapalkan.
lapadz Alloh SWT sekaligus Nama dari dzat sang pencipta Alam adalah sesuatu yang sangat berarti bagi tahapan-tahapan ketauhidan. Bagi Tahapan awal ketauhidan, lapadz Alloh swt dipakai untuk membantu kekhususan taqarrub dan atau ibadah yang berarti berkomunikasi secara langsung (Mahdloh) kepada Alloh SWT. Misalnya dalam ibadah shalat, dibayangkan pada tempat sujud. dan itu tidak menjadi masalah justru menjadi pendukung akan kekhususan (konsentrasi). atau dalam berdzikir, lapad Alloh SWT bisa dipakai dan ditempatkan dimana saja. 
lapadz Alloh juga sering digunakan bagi para sufi yang ingin mencapai tingkatan makrifat. Mulai dari tahapan rendah hingga tertinggi. kondisi seseorang yang berusaha mencapai kesadaran (eling) kepada Alloh SWT berawal dari kerinduan akan menemukan jati diri melalui pengenalan sang pencipta Alloh swt karena dengan proses tersebut seseorang akan menemukan jalan hidup berdasarkan kesadaran akan sang pencipta dan sadar akan hal yang ada disekitarnya hingga mampu mengekplorasi segala yang ada berdasar pada potensi yang diberikan. Manusia ada kalanya berkomunikasi dengan sang pencipta dan ada kalanya berkomunikasi dengan sesama. 
Kesadaran yang dicapai adalah kesadaran ilahiyah bahwa kita tercipta dan akan kembali kepada sang pencipta pula. hal ini sering disebut juga Muhasabah ( Tahap penghisaban perilaku serta pengarahan kepada arah yang benar). Tata cara Muhasabah berbeda-beda dalam prosesnya, ada kalanya seseorang hingga menjerit-jerit agar mencapai sebuah ketenangan dan ketentraman jiwa. ada kalanya juga seseorang cukup dengan meneteskan air mata. proses ini tergantung pada kondisi jiwa seseorang terhadap Alloh SWT. biasanya ketentraman tercapai adalah ketika lapadz Alloh SWT tercipta secara sempurna pada sebuah titik fokus (nadzir tertentu).
Kekuatan lapadz Alloh SWT bukanlah sekedar isapan jempol dan pajangan didinding saja. tetapi terdapat nilai-nilai spiritual yang sangat berarti bagi hidup manusia, berupa kekuatan spiritualitas yang besar melebihi segala yang ada di alam semesta ini. Sehingga ketika kita telah mengenal Alloh SWT dan dekat dengan-Nya, segala apa yang akan kita lakukan adalah Dia yang Mengantarkan dan Dia yang melakukan serta Dia yang Maha Menghendaki. 
Kita pernah mengetahui satu penyakit yang sulit diobati adalah penyakit Mati hati. dan penyakit ini hanya bisa diobati dengan cara menghadirkan Nama Alloh SWT di benak/di hati manusia. hingga tercipta lapad Alloh secara sempurna diiringi kalimat dzikir asma atau Sifat Alloh SWT.
Akhirnya La ilaaha Illalloh = Tiada Tuhan kecuali Tuhan itu sendiri, Yaitu Alloh SWT yang Memiliki Urusan yang tidak akan terkena campur tangan Makhluk-makhluk-Nya. Hanya kepada-Nya Kita beribadah, Memohon dan segala apa yang kita inginkan dan kita kehendaki. 
La ilaaha illalloh Muhammadurrasulullah = Tiada Tuhan Selain Alloh SWT dan Muhammad Saw adalah utusannya. 
Mochammad (Wawa) Farid Wazdi As-sanjari At-Taziky
15/02/2013