Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Ramadhan Ditengah Transformasi Peradaban

       Ramadlan ini terasa berbeda, seiring transformasi peradaban manusia ke posmodern, secara lahir bathin. dalam perjalanan pemikiran manusia, menurut jujun suryasumantri, diperkirakan abad pemikiran yang lumayan mencengangkan mengalami berbagai perubahan dalam berbagai dimensi, disebabkan munculnya tiga kajian filsafat, yaitu akal, hati dan budi. ketiga unsur pokok manusia berjalan berdasarkan garis sendiri maupun berupa persatuan satu dua atau ketiganya.
       Globalisasi atau regionalisasi ?, sebuah pertarungan bak blok timur dan blok barat dahulu. kekentalan basic yang tertanam membuat masing-masing memperjuangkan apa yang menjadi tendensi orientasi. jaring keduanya semakin besar dan runcing saat berpapasan. paramordial dan pluralis bersikap ideal bertemu depan meja hingga kadang silih berganti hinggap didahan yang lain. orientasi oriental yang enggan ditenggarai hingga kini tidak pernah terpikir karena samarnya keretakan diantara keduanya.
       Kondisi paradigma manusia yang mampu mempengaruhi peradaban manusia itu dipengaruhi tekad dan keteguhan pada dasar keyakinan manusia secara personal. maka segalanya bisa dikembalikan pada keteguhan tekad dan iman seseorang, selanjutnya apa ia akan terombang ambing dalam arus pemikiran dan situasi yang kental dengan pergesekan, pergeseran dan perkembangan.
       Maka pada bulan ramadlan ini, meski situasi dan kondisi terus berubah tapi tetapkan dan teguhkan hati dalam keyakinan dan tujuan yang maslahah baik ilahiyah maupun insaniyah. tidak jauh berbeda dengan awal penamaan bulan ramadlan ini, yaitu panasnya angkara murka manusia pada saat itu, tepatnya musim peperangan dan pertarungan ideologi, baik secara psikis maupun fisik. Maka tepat sekali ketika sesuatu yang panas didinginkan dengan sesuatu yang dingin, yaitu puasa di ramadlan.
      Dengan puasa, manusia dilatih hidup sabar baik aktif maupun pasif. kesabaran yang muncul dari hati seolah cahaya api keimanan yang telah terbentuk. sehingga berbagai dimensi akan terbuka dan terkuak dengan sendirinya. dengan kata lain, mampu mempengaruhi ranah kecerdasan otak manusia sebagai diungkapkan Prof Ahmad Fadhil (rektor IAIN Sumatera Utara). Dan saya rasakan baik dari segi jasmani maupun rohani bisa dikatakan bahwa Otak orang yang berpuasa aliran darahnya lancar pun bertambah secara kapasitas.
Selamat Berpuasa.

Senin, 16 Mei 2011

TALI KASIH FILSAFAT

Berfilsafat berkesan negatif ketika diasumsikan radikal dalam "wilayah" realitas. Sebagaimana kesan yang kini beredar tentang terorisme yang hinggap di televisi-televisi lokal kita (indonesia), sebuah negara yang hendak berdiri dengan tatanan dan tataran teori yang manis tapi radikal dalam berbuat, semena-mena dan berbuat yang dilanggar secara qath'i. bukankah Alloh swt menciptakan segenap yang ada dengan penuh kasih sayang, kasih sayang yang bersimbol Rahman dan Rahim. Tidak bisa juga ketika sifat rahman Alloh Swt diidentikkan dengan sifat Agama lain sebagaimana kesan yang tercipta dalam benak. padahal secara umum, semua Agama menggiring kepada kasih sayang antar sesama, bukan sifat angkara dan ambisi yang mencelakakan sesama. Sewajarnyalah, bila kesan itu berakibat fana.
Meski fana itu sebuah qodrat yang ilahi dan alami, tapi kenapa harus Ruh Muhammad yang lebih dulu diciptakan?. ternyata kesan adam pun menjadi kesan yang negatif bagi makhluk tersuci. berbeda dengan kesan ruh manusia yang dicipta sebelum Nabi Adam, yaitu Nabi Muhammad saw. perangai Nabi inilah yang mesti dijadikan suri tauladan karena diutus untuk menyempurnakan perangai manusia. Bagaimana Ruh beliau diturunkan menjadi rahmatan lil alamin serta "berfilsafatnya" beliau ditengah-tengah masyarakat yang carut-marut dan tidak memiliki tatanan konsep nabi Muhammad saw. Konsep Beliau mampu menata berbagai dimensi, baik ketuhanan maupun sosial.
Intinya, semua orang-orang besar pernah berfilsafat untuk menemukan metodologi agar mampu menata segala hal menjadi lebih tertata dan sistematis, sebagaimana tertatanya berbagai bagian dari segenap alam semesta dengan kasih sayang.

Minggu, 30 Januari 2011

Lokakarya Ilahiyah dan alamiyah

      Sekilas tampak enggan untuk memahami dan merenungi sesuatu hal yang ada di muka bumi ini. padahal tidak sedikit diantara kita mengetahui sedikit banyak pengalaman maupun pikiran kita mengetahui berbagai hal yang ada disekitar kita, yang dirasa oleh pancaindera. Al-Qur'an mengungkapkan disebagian akhir-akhir ayatnya tentang deskripsi kehidupan didunia dan diakhirat, namun ternyata sedikit pula yang mengetahui.
Keadaan alam ini terkadang ada kesesuain dengan keadaan anatomi manusia.
     Berangkat dari keengganan yang pernah kurasakan, pencarian Tuhan yang sebagai perwujudan atau manifestasi ilmu yakin, ainul yakin dan hakkul yakin, ternyata aku bersyukur sekali mendapatkan segala hal yang ada dibumi ini, baik pengetahuan atau pengalaman, yang Alloh berikan kepadaku melalui makhluk-makhluknya, terutama guru-guruku yang pernah membimbingku selama ini.
     Berbagai pengalaman yang tidak pernah terduga dan tidak pernah disangka, ternyata membuahkan aku dalam hakkul yakin terhadap Tuhan yang Nabi Muhammad ajarkan dalam kitab suci Al-Qur'an. meski agak berbeda dengan apa yang dijalani orang lain yang merasakan mencoba untuk mencari titik hakkul yakin ketuhanan, kupelajari berbagai "prajurit-prajurit" Alloh selain manusia ternyata tidak sedikitpun mampu meyakinkan adanya Tuhan selain Dia, Alloh SWT. Titik cahaya yang pernah terbersit dalam anganpun ternyata tidak bisa membuatku berkesimpulan Tuhan adalah makhluk-makhluk yang ada dan kutemukan serta kuketahui selama ini.
      Sesuatu yang paling halus yang kuketahui selama ini belum pernah meragukan aku dalam ketetapan ajaran yang telah kupegang dan kuyakini selama ini. sejauh pencarian itu tetap saja kutemukan makhluk Alloh SWT, tidak mnenjadikan beranjak dalam keraguan kepada-Nya, atau menjadikan makhluk yang paling halus menjadi sebagai Tuhan.
      Sembah Sujudku terus terpanjat kepada-Nya dan kuucapkan terima kasih kepada Nabi Muhammad semoga shalawat serta salam tetap dicurah-limpahkan kepada beliau. Akhirnya kuyakini Dia adalah Dia, Tuhan Yang memiliki kesempurnaan. Tanpa membanding-bandingkan dari agama, ajaran dan jalan yang lain yang menyembah simbol-simbol dari makhluk Alloh SWT, kuyakini dengan pasti dan semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Alloh SWT yang dianugerahkan kepada manusia sebagai khalifah di bumi ini.
Akhirnya sejuta makhluk yang ada di bumi atau di alam semesta ini, Tetap kupilih Alloh SWT sebagai Tuhan Pencipta Alam dan Yang Maha Pengatur.