Berfilsafat berkesan negatif ketika diasumsikan radikal dalam "wilayah" realitas. Sebagaimana kesan yang kini beredar tentang terorisme yang hinggap di televisi-televisi lokal kita (indonesia), sebuah negara yang hendak berdiri dengan tatanan dan tataran teori yang manis tapi radikal dalam berbuat, semena-mena dan berbuat yang dilanggar secara qath'i. bukankah Alloh swt menciptakan segenap yang ada dengan penuh kasih sayang, kasih sayang yang bersimbol Rahman dan Rahim. Tidak bisa juga ketika sifat rahman Alloh Swt diidentikkan dengan sifat Agama lain sebagaimana kesan yang tercipta dalam benak. padahal secara umum, semua Agama menggiring kepada kasih sayang antar sesama, bukan sifat angkara dan ambisi yang mencelakakan sesama. Sewajarnyalah, bila kesan itu berakibat fana.
Meski fana itu sebuah qodrat yang ilahi dan alami, tapi kenapa harus Ruh Muhammad yang lebih dulu diciptakan?. ternyata kesan adam pun menjadi kesan yang negatif bagi makhluk tersuci. berbeda dengan kesan ruh manusia yang dicipta sebelum Nabi Adam, yaitu Nabi Muhammad saw. perangai Nabi inilah yang mesti dijadikan suri tauladan karena diutus untuk menyempurnakan perangai manusia. Bagaimana Ruh beliau diturunkan menjadi rahmatan lil alamin serta "berfilsafatnya" beliau ditengah-tengah masyarakat yang carut-marut dan tidak memiliki tatanan konsep nabi Muhammad saw. Konsep Beliau mampu menata berbagai dimensi, baik ketuhanan maupun sosial.
Intinya, semua orang-orang besar pernah berfilsafat untuk menemukan metodologi agar mampu menata segala hal menjadi lebih tertata dan sistematis, sebagaimana tertatanya berbagai bagian dari segenap alam semesta dengan kasih sayang.
Mengenai Saya
- Natural & Spirit experience
- Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
- Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar