Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Kamis, 08 Juli 2010

Mengawali bulan diujung bulan (Realitas yang tidak pernah Berhenti)

diawal juli ini sekaligus diakhir-akhir bulan rajab yang bertepatan dengan bulan diisra dan mi'rajkan nabi Muhammad saw, ada sedikit bersitan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi pertanyaan dibenak bahwa tidak semua yang irasional tidak bisa direduksi selama hal itu tidak ditemukan berbagai kemungkinan berupa postulat-postulat yang menjadi asumsi dasar bahkan mungkin bisa menjadi hipotesis yang cantik.
bersitan itu, terukir saat kutemukan sebuah ayat yang bermunasabah (korelasi) dengan ayat lain yang membahas tentang kemampuan dimensi malaikat. berangkat dari sebuah hadits isra mi'raj, yang mengemukakan bahwa nabi saw dijemput oleh Malaikat jibril untuk mengadakan rihlah dengan membawa kendaraan yan bernama buroq. dimana sebagian pendapat mengatakan bahwa buroq itu sejenis kuda atau keledai, namun postur tubuhnya dibawah keledai dan bahkan menurut pendapat ulama lain buroq ini memiliki sayap.
berdasar pada surat fatir ayat 1, yang ditafsirkan bahwa malaikat memiliki sayap yang bila dijumlahkan belum tentu sesuai dengan hadits. akan tetapi mungkin dari sisi lain bisa diformulasikan terlebih dahulu, seperti dibawah ini:
sayap malaikat adalah 2 kuadrat, 3 kuadrat, empat kuadrat dan atau lebih dari itu. ditambah keterangan lain dalam sebuah hadits yang menyatakan bahwa malaikat memiliki 600 sayap (al-malaikatu sittumiah ajnihah).
maka bisa dirumuskan sebagai berikut:
2kuadrat (matsna) X 3 kuadrat(tsulatsa) X 4 kuadrat (Ruba') + (X)(yazidu fi kholqi mayasya) = 600 sayap
576 + X = 600
X = 600 - 576
X = 24
sayap merupakan sebuah kemampuan untuk terbang.dan ada juga yang mengatakan sayap disini adalah kemampuan dimensi. dimensi adalah kemungkinan gerak dalam satu jalur dalam waktu tertentu. berarti ada 2 pengertian tentang (ajinihah) atau sayap ini. bila disatukan, sayap berarti kemampuan untuk terbang sedangkan dimensi adalah kemampuan yang memungkinkan sesuatu itu menempuh jarak dan waktu.dimana satu garis menggambarkan satu dimensi, satu bidang datar menggambarkan dua dimensi,sebuah kubus menggambarkan tiga dimensi waktu sebagai dimensi keempat. menurut salah satu teori fisika terdapat teori untai (string Theory) yang mengatakan bahwa ruang tempat kita hidup sesungguhnya mencakup beberapa dimensi hingga 26 dimensi.
bila dipahami dari segi kemampuan, kemampuan yang memiliki 4 dimensi adalah kemampuan yang mampu menembus ruang dan waktu tanpa merusak bidang atau ruang sekitarnya. oleh karenanya, kemampuan malaikat yang memiliki 600 sayap sebagai kemampuan berdimensi malaikat, alangkah bisa dipahami kejadian isra mi'raj nabi itu. baahkan dalam surat lain , tepatnya surat al-ma'arij ayat 3-4 yang mengemukakan bahwa para malaikat bila naik ke hadapan Alloh membutuhkan waktu satu malam yang berbanding dengan 50.000 tahun perjalanan manusia. maka sewajarnya bila nabi diantarkan oleh para makhluk Alloh yang memiliki kemampuan seperti malaikat itu, apalagi oleh pemimpin para malaikat, yaitu jibril, sebagai malalikat yang memiliki kemampuan dimensi tertinggi yang bertahta disidratul muntaha diatas langit ke-7(an-Najm 7-10). selain itu, kemungkinan lain yang menjadi motivasi untuk mempercayai kejadian isra mi'raj adalah adanya kendaraan yang bernama buroq ini. yang bila diartikan secara etimologi adalah kilat dan dimungkinkan buroq ini adalah sekumpulan cahaya yang membentuk kilat dan mampu bergerak diatas kecepatan malaikat. sebagaimana kemungkinan gerak cahaya dengan kilatan adalah sangat jauh berbeda dimana ruang dan waktu menentukan kecepatanya. contoh sederhana cahaya dalam ruang yang berkabut tidak mampu menembus seperti tembusan sebuah kilatan bila dilihat dari kecepatan tembusan.
mengenai bekal atau oleh-oleh isra mi'raj kita telah sama-sama ketahui karena hal itu adalah merupakan kewajiban kita yang telah sama-sam kita jalani.
hal inilah yang sempat terbesit dalam alam pikiran saya untuk menambah keimanan dan keyakinan terhadap Nabi Muhammad saw sebagai rasulullah saw yang terakhir. semoga dengan ini anda pun yang lebih mengerti tentang keilmuan lain, bahwa tidak ada sesuatu pun yang dianggap percuma dan tidak bermakna dalam hal ilmu. Maka lebih dari itu, pembenaran atas penafsiran al-Qur'an yang mengatakan pemahaman tentang sesuatu hal dalam beragama bisa dipahami dalam berbagai keilmuan.
salam sentosa
Wafazdi. 08072010