Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Jumat, 14 September 2012

TRI FUNDAMEN ISLAM

Seraya (Malaikat Jibril) bertanya sekedar mencoba sang Nabi akhir zaman, apakah islam?......., apakah Iman? dan apakah ihsan. bersabdalah Rasulullah saw terhadap ketiga pertanyaan tadi dengan penuh sigap dan tandas. islam berarti membaca syahadatain, sholat, zakat, puasa dan haji. Iman berarti meyakini adanya Alloh SWT, para Malaikat, Kitab-kitab, para Nabi, hari akhir dan qada serta Qadar-Nya. adapun Ihsan adalah Engkau melihat Alloh swt meski engkau tidak melihatnya karena dia mengetahui.
Dari ketiga hal diatas, adalah sistematis jika didahulukan Iman kemudian islam dan akirnya ihsan. Sistematika ini menjadi tahapan yang sangat signifikan bagi kaum muslimin karena ketika seorang muslim beriman dan meyakini kepada rukun iman maka barulah dia bisa dinyatakan islam, yang kemudian dilanjutkan kepada ihsan sebuah pengamalan yang melebihi dari kewajiban.
Kata Iman adalah sebuah hal yang pokok karena mencakup pada titik inti manusia yang berperadaban dan mampu menciptakan peradaban serta kebudayaan. pengertian tersebut adalah pengertian secara umum. lebih jauhnya, siapapun bila memiliki iman pasti akan mampu menciptakan peradaban dan kebudayaan. secara spesifik, Iman dalam agama islam tentu akan diambil dari sang pembawa risalah, yaitu Nabi Muhammad saw. yaitu pembenaran dengan hati yang menggema kedalam seluruh ucapan dan menjelma dalam seluruh perbuatan. 
keyakinan dalam diri manusia tumbuh dari beberapa hal, bisa berupa karena didukung faktor lingkungan atau melalui pencarian nalar manusia. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pada keimanan adalah keluarga, teman dan masyarakat. keadaan ini tidak bisa disebut sebagai islam keturunan tetapi keturunan yang menjadikannya islam. dan keturunan yang menjadikannya islam adalah sangat penting karena ini akan menjadikan sejalannya hal-hal yang bersifat prosepektif. adapun keimanan yang dikarenakan pencarian nalar manusia adalah itu berinti dari akal yang mampu berpikir dan memilih mana yang benar dan mana yang salah. maka tidak sedikit ketika seseorang menemukan sebuah kebenaran dari peristiwa alam yang kemudian dicari dari kitab-kitab suci yang ada, akhirnya dia beriman kepada agama yang memegang kitab tersebut.
Pengertian yang diungkapan Rasulullah saw.adalah pengertian Iman dengan Agama. Dimana Keimanan dalam Islam didahulukan oleh Bagian hati, dilanjutkan dengan lisan dan akhirnya diamalkan dengan perbuatan. hati menjadi Tempat keimanan berada selanjutnya diucapkan dengan lisan dalam sebuah pernyataan atau ikrar. Akhirnya pernyataan tersebut dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk syari'at yang termaktub dalam firman-firman-Nya. 
Bentuk manifestasi Iman dari dua bagian adalah terdapat dalam islam, yaitu syahadatain yang diucapkan lisan.  dan 4 rukun lainnya adalah manifestasi kedua bagian sebelumnya. Oleh karena itu, keselearasan diantara ketiganya adalah hal yang sangat perlu. Selebihnya ihsan adalah sebagai manifestasi menyeluruh dari ketiga bagian tersebut sekaligus sebagai nilai plus dari ibadah-ibadah yang wajib, baik mahdloh maupun ghoer mahdloh. itulah 3 hal yang sangat mendasar yang menjadi acuan hidup dalam islam.