Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Selasa, 07 Oktober 2014

BASMALAH SEBAGAI KALIMAH KUNCI AL-QURÁN

    Teringat saat mengaji di pesantren tentang pemaknaan lapdziyah (ngalogat) dari kalimah basmalah, Isi dari pemaknaannya kurang lebih seperti ini:"Dengan menyebut Nama Alloh Yang telah memberikan nikmat yang Besar di dunia dan di akhirat dan Yang telah memberikan Nikmat yang kecil di akhirat saja". dari pemaknaan basmalah tersebut, saya mencoba menganalisis pemaknaan antar lapadz dalam surat al-Fatihah, dan pemaknaan tersebut sangat cocok dengan pemaknaan lapdziyah waktu dipesantren.  
     Kalimah Basmalah: Bismillah ar-Rahman ar- Rahim. Pemaknaan secara perinci yang sesuai dengan pemaknaan lapdziyah di pesantren terdapat pada ayat selanjutnya, yaitu al-Hamdulillah yang bisa disejajarkan dengan kata bismillah. Kata Rabbilálamina artinya Tuhan semesta Alam sebagai sifat dari kata Alloh SWT. Kata tersebut diteruskan dengan kata sifat ar-Rahman sebagai makna dari Tuhan Yang menciptakan dan mengurus semesta Alam, sifat kedua dari kata Alloh sekaligus kata yang menjelaskan dari kata Rabbilálamin Kata selanjutnya, yaitu sifat ar-Rahim, Sifat ketiga dari lapadz Alloh SWT. yang mana sifat ini lebih menitik beratkan pada alam akhirat. Sifat ini dijelaskan oleh ayat selanjutnya, yaitu Ma liki yaumiddin, yaitu raja (yang menguasai) Hari akhirat (hari kemudian).
    Adapun ungkapan ayat-ayat selanjutnya, merupakan ungkapan Ikrar pengabdian dan tempat meminta pertolongan (tempat berlindung) manusia yang telah meyakini Sang Pencipta Alam, yaitu Alloh SWT. Akhirnya seorang muslim memohon kepada Alloh SWT agar ditunjukkan ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang diberikan nikmat oleh Alloh SWT (dunia Akhirat), dan bukan jalan orang-orang yang dibenci dan tersesat.
      Kembali pada pemaknaan basmalah, lebih tepatnya dari sifat ar-Rahman, hal ini bisa dilihat dan diresapi keseluruhan ayat dari surat ar-Rahman. Dalam surat ini, diungkapkan sebuah pengetahuan tentang alam semesta dan pada ayat-ayat terakhir diungkapkan pada ayat-ayat akhir. adapun surat-surat tentang hari akhir yang menjelaskan sifat ar-Rahim, banyak sekali jumlahnya, surat al-zalzalah misalnya. dijelaskan pada ayat-ayat terakhir tentang keadilan Alloh SWT atas orang-orang yang berbuat baik (mu'min) dan berbuat buruk (tidak beriman kepada Alloh SWT).
      Oleh karena itu, hasil analisis ini merupakan salah satu bukti kebenaran akan pemaknaan kalimah basmalah selama ini.Basmalah adalah Kalimah Kunci Al-Qurán.  
Wassalam 
Wawa (Moch) Farid Wazdi Noertsani Sanjari'14