Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Jumat, 15 Februari 2013

Kekuatan Spiritual dari Lapadz Alloh SWT

Alloh Swt adalah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan segala apa yang ada di dalamnya. Kata Alloh Swt diambil dari kata alaha- yalihu - ilaahan. yang kemudian diberi tanda kema'rifatan atau kekhususan yaitu alif lam. jadi al-ilaahu. kemudian kata tersebut dirubah menjadi Kata Alloh SWT agar mudah dilapalkan.
lapadz Alloh SWT sekaligus Nama dari dzat sang pencipta Alam adalah sesuatu yang sangat berarti bagi tahapan-tahapan ketauhidan. Bagi Tahapan awal ketauhidan, lapadz Alloh swt dipakai untuk membantu kekhususan taqarrub dan atau ibadah yang berarti berkomunikasi secara langsung (Mahdloh) kepada Alloh SWT. Misalnya dalam ibadah shalat, dibayangkan pada tempat sujud. dan itu tidak menjadi masalah justru menjadi pendukung akan kekhususan (konsentrasi). atau dalam berdzikir, lapad Alloh SWT bisa dipakai dan ditempatkan dimana saja. 
lapadz Alloh juga sering digunakan bagi para sufi yang ingin mencapai tingkatan makrifat. Mulai dari tahapan rendah hingga tertinggi. kondisi seseorang yang berusaha mencapai kesadaran (eling) kepada Alloh SWT berawal dari kerinduan akan menemukan jati diri melalui pengenalan sang pencipta Alloh swt karena dengan proses tersebut seseorang akan menemukan jalan hidup berdasarkan kesadaran akan sang pencipta dan sadar akan hal yang ada disekitarnya hingga mampu mengekplorasi segala yang ada berdasar pada potensi yang diberikan. Manusia ada kalanya berkomunikasi dengan sang pencipta dan ada kalanya berkomunikasi dengan sesama. 
Kesadaran yang dicapai adalah kesadaran ilahiyah bahwa kita tercipta dan akan kembali kepada sang pencipta pula. hal ini sering disebut juga Muhasabah ( Tahap penghisaban perilaku serta pengarahan kepada arah yang benar). Tata cara Muhasabah berbeda-beda dalam prosesnya, ada kalanya seseorang hingga menjerit-jerit agar mencapai sebuah ketenangan dan ketentraman jiwa. ada kalanya juga seseorang cukup dengan meneteskan air mata. proses ini tergantung pada kondisi jiwa seseorang terhadap Alloh SWT. biasanya ketentraman tercapai adalah ketika lapadz Alloh SWT tercipta secara sempurna pada sebuah titik fokus (nadzir tertentu).
Kekuatan lapadz Alloh SWT bukanlah sekedar isapan jempol dan pajangan didinding saja. tetapi terdapat nilai-nilai spiritual yang sangat berarti bagi hidup manusia, berupa kekuatan spiritualitas yang besar melebihi segala yang ada di alam semesta ini. Sehingga ketika kita telah mengenal Alloh SWT dan dekat dengan-Nya, segala apa yang akan kita lakukan adalah Dia yang Mengantarkan dan Dia yang melakukan serta Dia yang Maha Menghendaki. 
Kita pernah mengetahui satu penyakit yang sulit diobati adalah penyakit Mati hati. dan penyakit ini hanya bisa diobati dengan cara menghadirkan Nama Alloh SWT di benak/di hati manusia. hingga tercipta lapad Alloh secara sempurna diiringi kalimat dzikir asma atau Sifat Alloh SWT.
Akhirnya La ilaaha Illalloh = Tiada Tuhan kecuali Tuhan itu sendiri, Yaitu Alloh SWT yang Memiliki Urusan yang tidak akan terkena campur tangan Makhluk-makhluk-Nya. Hanya kepada-Nya Kita beribadah, Memohon dan segala apa yang kita inginkan dan kita kehendaki. 
La ilaaha illalloh Muhammadurrasulullah = Tiada Tuhan Selain Alloh SWT dan Muhammad Saw adalah utusannya. 
Mochammad (Wawa) Farid Wazdi As-sanjari At-Taziky
15/02/2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar