Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Senin, 26 Agustus 2013

KETAUHIDAN KEPADA ALLOH SWT

Dalam Ketauhidan Islam, Dzat Alloh SWT tidak boleh untuk dipikirkan dan hanya tentang makhluk-makhluk-Nya lah yang boleh dipikirkan. Begitulah Sabda sang Pembawa Risalah, Nabi Muhammad saw. Hikmah dibalik hadits ini sangat besar sekali bagi umat Islam. Terutama bagi kepentingan jiwa dan raga manusia. Kenapa?, sebagaimana dikemukakan manusia itu adalah manusia yang berpikir. Segala sesuatu bagi manusia selalu akan disambut dengan akal pikirannya, yang kemudian "disemayamkan" dihati sebagai inti insan. ketika manusia berpikir tentang Alloh yang begitu besar kekuasaan-Nya dan luasnya Ciptaan-Nya, yang padahal dekat dengan dirinya, namun keghaiban-Nya melebihi segala hal yang ghaib, maka siapapun Tidak akan mampu menemukan-Nya kecuali seizin-Nya. seperti halnya, para penemu dan pencipta benda-benda yang bernilai guna bagi manusia, hanya sedikit saja, apalagi memikirkan Alloh SWT yang diyakini Oleh Nabi Muhammad saw. Maka dari itu, melalui haditsnya ini, beliau mengarahkan kita agar berpikir tentang ciptaan-ciptaan-Nya. karena hal itu lebih berguna bagi kita sebagai makhluk yang paling sempurna. 
Manusia yang menggunakan akalnya untuk memikirkan ciptaan-Nya dengan agar bernilai guna saja, tergolong sedikit yang mampu dan dapat dihitung dengan jari. Maka bisa dipahami banyak orang yang tidak mampu berpikir tentang ciptaan-Nya agar bernilai guna seperti para penemu-penemu dan pencetus/pelopor. Pertanyaanya: kenapa harus ada ilmu Tauhid?. ilmu tauhid ini termasuk salah satu disiplin ilmu, yang mana disiplin ilmu ini mempelajari tentang Ke-Esaan Alloh SWT. agar umat islam tahu akan Tuhannya yang disembah. dan dalam ilmu tauhid ini juga dibatasi agar tidak memikirkan dzat Alloh SWT, Selain dari itu, boleh untuk dipikirkan dan dipelajari. Maka dari itu, dalam ilmu tauhid dipelajari hanya sebatas sifat-sifatnya saja.
Ketika seseorang telah masuk sebuah agama, Maka selain dari melaksanakan kewajiban, tetapi juga telah yakin akan Tuhannya yang disembah. Adapun ilmu tauhid yang dipelajari ummat islam adalah ilmu yang mempelajari sekaligus untuk memperkuat keyakinan dalam hati umat islam. beda halnya dengan ilmu teologi (secara umum: penulis) yang mengemukakan tentang ketuhanan secara umum, setiap sudut ketuhanan dipertanyakan hingga sespesifik mungkin, dan keadaan ini sangat dilarang.
Meskipun sebagian ummat islam tidak mengenal Tuhannya seperti halnya Nabi Muhammad saw, tetapi umat islam dianggap memiliki keyakinan yang sebanding dengan keyakinan Nabi. karena Nabi menjadi suri Tauladan dalam segala hal bagi ummatnya. Konsekuensinya Nabi Muhammad saw yang bertanggung jawab sekaligus menjadi pimpinan ummat islam. Nabi Muhammad saw sebagai sosok Nabi dan Rasul yang sangat dipercaya dan dikasihi Alloh SWT, sehingga tingkat ketauhidan beliau tidak diragukan lagi. Banyak dalam berbagai literatur yang mengemukakan kemuliaan beliau disisi Alloh SWT dan Ummatnya.
Kema'rifatan beliau kepada sang Kholik menjadi tauladan bagi ummat manusia, karena segala pertanyaan tentang ketuhanan telah terjawab, mulai dari Dzat hingga ke-Esaan Alloh SWT., karena 2 permasalahan ini menjadi inti dan pokok yang selalu dipertanyakan dalam masalah ketuhanan. Mengenai Dzat Alloh SWT, Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling dekat dengan Alloh SWT, bahkan sejak Nabi Adam tercipta. Nabi Adam pun mengetahui hal itu karena tercantum kalimat lailaha illalloh Muhammadurrasulullah di lauhil mahfudz sejak Nabi Adam di surga. Tentang ke-Esaan Alloh SWT, Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi yang lebih mengenal Alloh SWT karena Nabi Yang Dijanjikan Alloh SWT untuk mengantarkan ummat manusia ke arah Islam, sebagai Agama yang Paling bertauhid, Tuhan Yang Maha Esa.
Diantara Agama Samawi, Islam, Yahudi dan Nasrani (kristen), Islam adalah Agama paling bertauhid. Kata Islam tidak berorientasi pada kesukuan atau rasisme atau kedaerahan ataupun kefanatikan kepada sang Pembawa risalah. Islam adalah agama yang menyelamatkan dari berbagai kehancuran. Sedangkan kata Yahudi berasal dari kata Yahuda, seorang putraNabi Ya'qub, dimana keturunan atau suatu bangsa dalam bahasa arab selalu memakai ya nisbat, maka menjadi Yahudiyun. adapun kata Nasrani itu berasal dari sebuah daerah di Timur tengah yaitu Nazran atau Nazaret, penduduknya atau pengikut ajaran Yesus disebut Nasrani, yaitu ditambahkan ya nisbat.
Diantara agama Samawi yang ada, saya lebih berpendapat bahwa semua Agama yang diajarkan oleh para rasul dan Nabi Alloh Adalah Agama Islam, tanpa terkecuali. hal ini merunut dari sebuah ungkapan firman Alloh tentang keyakinan dan risalah Nabi ibrahim As, Ali Imron ayat 67. Nabi Ibrahim adalah Nabi yang dikenal sebagai Bapak para Nabi. sehingga bisa disimpulkan bahwa semua Nabi membawa ajaran Agama Islam sekaligus Menyebarkan Agama Islam.
Maka dari itu, Ilmu Tauhid Ketuhanan Islam ini mengemukakan tentang Pengenalan dan penguatan keyakinan kepada Alloh SWT. Selebihnya, sebuah pengetahuan ummat Islam yang tidak memperbolehkan mempertanyakan tentang Dzat Alloh SWT. karena keterbatasan akal dan pikiran manusia. Sebuah tambahan yang sangat berguna bagi ummat islam adalah bahwa yang harus dipikirkan adalah Makhluk-Makhluk-Nya.
 تفكّروا فى خلق الله و لا تتفكّروا فى ذات الله

Tidak ada komentar:

Posting Komentar