Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Kamis, 10 Juni 2010

Analisis Pengertian Nabi dan Rasul

Pengertian Nabi dan rasul telah sama-sama diketahui perbedaan yang sangat mencolok, yaitu, segi penyampaian wahyu terhadap ummat. Secara spesifikasi, Nabi adalah seseorang yang diberikan kepadanya wahyu untuk dirinya saja, sedangkan rasul adalah seseorang yang diberikan wahyu untuk disampaikan kepada ummatnya. maka dari itu, terdapat Nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh ummatnya, orang-orang terpilih itu atau ada dalam kitab suci (Al-Qur'an) dan ada juga Nabi saja atau rasul saja. seperti Nabi Syamuel, Nabi KHidir dan Nabi syits.
merunut dari segi bahasa, kata Nabi berarti sebuah peringatan sedangkan rasul adalah seorang utusan. dari pengertian secara bahasa ini maka pengertian secara terminologi di atas ada. ada sebagian orang, yang mengatakan bahwa manusia itu merupakan seorang Nabi atau seorang rasul ketika dia memenuhi pengertian secara terminologi di atas, akan tetapi hal itu sangat keliru, ketika ditawarkan sebuah kitab suci yang termaktub dan tersusun secara ilahiyah yang berisi firman-firman tuhan. Sebagaimana halnya Nabi Muhammmad saw. maka dari itu, bila seseorang mengakui seorang nabi hanya karena baru saja kedatangan seorang malaikat pembawa wahyu itu dianggap menyesatkan, karena tidak ada Nabi dan rasul setelah kenabian Nabi Muhammmad saw.
pengertian seorang Nabi dan rasul itu mengarah kepada sesuatu yang jelas-jelas membuat sebuah kebaikan dan kemaslahatan ummat seluruhnya, minimal disebuah kawasan yang besar hingga mendunia.
kelayakan seorang Nabi dan rasul sebagai seorang yang suci adalah keadaan yang sangat diperhitungkan hingga pembinaan seorang Nabi tidak mudah dimengerti oleh manusia biasa padahal dia sendiri adalah manusia biasa hanya saja dia memiliki keistimewaan diluar batas kemanusiaan. hal ini diketahui melihat pada sosok dan karakterisitik Nabi Muhammmad yang telah merunut atau mengetahui kisah-kisah nabi sebelumnya, alam ghaib hingga titik pusat alam semesta yaitu sidratul muntaha.
keteladan seorang nabi sangat berarti untuk ditiru dan diamalkan karena hal itu menggiring ke arah kemaslahatan ummat seluruhnya.
Nabi dan Rasul diakui pernah melakukan kesalahan karena kemanusiaan yang dimilikinya, seperti Nabi pernah dikecam oleh Alloh swt agar jangan menyepelekan orang buta atau Nabi musa yang pernah berlaku sombong hingga bertemu dengan Nabi khidir yang lebih tinggi ilmunya dibandingkan beliau. itulah sisi kemanusiaan sebagai bukti bahwa Nabi dan Rasul adalah Manusia sebagai makhluk yang sempurna. secara logika, manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dikemukakan oleh Nabi Muhammad saw dalam kitabnya al-Qur'an dan tidak ada dalam kitab lain, kenapa? karena Nabi muhammad saw dipelihara kesuciannya sejak kecil hingga akhir dunia. diberikan pengetahuan dan ilmu yang diberikan kepada Adam hingga Nabi Isa.
Dalam sebuah kisah diungkapkan bahwa Nabi Muhammad saw berada pada tingkat kedua setelah Alloh Swt sebagai sosok yang telah ada atau ruhani yang pertama diciptakan sebelum segala sesuatunya ada. hingga nabi adam sendiri mengetahui hal itu oleh malaikat jibril.
Maka apalah gunanya, ketika kita mempercayai adanya Nabi dan rasul sekarang ini selama tantangan dari Wahyu al-Qur'an tidak mampu untuk dijawab olehnya, bolehlah sekedar bisa dan mampu menuruti kemampuan Nabi-nabi lain tapi tidak untuk yang satu ini, kenapa karena kesemuanya ada pada diri dan sosok Nabi Muhammad saw.
sebagai patokan dari agama islam, yaitu tidak ada mesiah atau kenabian setelah Nabi muhammad saw. sangat logik sekali ketika disodorkan kedalam berbagai hal yang ada dialam semeta ini, permasalahan apapun dari sudut apapun hal itu akan terjawab dengan sendirinya atau melalui kitab suci al-qur'an yang sekarang ini hampir dilupakan. padahal dalam kitab inilah segala sesuatu dikemukakan hanya saja tidak secara spesifik tapi universal. selain dari itu, penyampaiannyapun menyeluruh dan mengais kepada hal-hal yang pokok saja untuk kehidupan manusia dan alam semesta.
aAkhirnya, Eksistensi manusia sekarang ini, tidak mampu menjadi seorang Nabi dan Rasul hanya saja mampu mengikuti jejak dan menauladani kenabian dan kerasulannya. Maka tidak mungkin ada kenabian dan kemesiahan sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar