Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Jumat, 25 Juni 2010

Astronomi Yang Membumi

Dari galaksi bima sakti yang ada, terukir sebuah putaran dan pusaran yang mengelilingi inti tata surya, Matahari. benda-benda yang mengitarinya memiliki titik perjalanan hidupnya masing-masing sebagaimana telah dikabari sang pencipta langit bumi(QS. Yasin). benda-benda itu memiliki karakteristik tersendiri dari yang terdekat hingga yang terjauh dari titik fokus hingga menjadi sebuah kesatuan tata surya dalam galaksi bima sakti.
konfigurasi elektron dan proton bergulir melahirkan sebuah pengetahuan kimia dari pengetahuan astronomi selanjutnya adakah teori yang muncul dan membumi dari pengetahuan astronomi tadi, baik dari sisi budaya atau sisi tranformasi alam yang berkembang di planet bumi?.
Dari sisi budaya bila dalam sebuah kehidupan terdapat sebuah benda yang berjalan atau menjalani takdirnya dalam perjalanan yang terlentang mengitari matahari adalah mungkin seseorang yang memiliki ciri atau karakteristik individualis atau juga sebuah takdir perjalanan hidup seseorang yang akan dan sedang dijalaninya. yang kemudian memiliki teman-teman dalam sebuah komunitas yang dalam kajian astronomi adalah sebuah tata surya, sedang dalam komunitas manusia seperti apa adanya sekarang ini, disebut sebuah komunitas, baik dari terkecil (keluarga) atau komunitas terbesar (negara), mungkin juga bisa melahirkan yang disebut paradigma sosialis atau komunalis/komunis.
Dari sisi budaya manusia tadi, baik yang individualis atau sosialis, akan tercipta dua hal, yang baik atau yang buruk. Sebuah keindividualisan yang tidak terbatas akan melahirkan sebuah budaya kolonialme dan imperialisme
atau yang disebut sebagai penjajahan. karena setiap individu memiliki berbagai kepentingan yang sama dengan individu yang lain yang akhirnya berkompromi hingga dalam sebuah komunitas. Sisi baiknya adalah bahwa tiap individu dalam hidupnya memiliki hak yang mendasar yang tidak semestinya diganggu atau yang berhak untuk diperjuangkan, sebagaimana seseoarang berhak memiliki sebuah benda atau meraih keinginan dengan keinginan yang sama.
mungkin juga akan melahirkan sebuah paradigma yang mandiri sebagaiamana diungkapkan diatas, sebagai karakterisitik budaya tertentu. Paradigma tersebut adalah cara pandang seseorang yang mandiri yang mampu memegang prinsip dan mampu hidup berkomunitas/berkelompok. Paradigma yang sangat fleksibel.
namun dari sisi astronomi yang terlahir secara global adalah paradigma individualisme dan sosialisme/komunal sebagai intensitas karakteristik planet yang mengitari matahari pada porosnya masing-masing hingga bersama-sama berputar dalam sebuah poros (as)nya dalam sebuah komunitas yang disebut Tata surya dari galaksi bima sakti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar