Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Rabu, 12 Mei 2010

Hierarki Wujudiah

Sebagaimana diketahui bahwa langit memiliki beberapa lapisan, ada yang mengatakan 7 lapisan, ada juga yang mengatakan lebih. namun mayoritas lebih meyakini adanya 7 lapisan langit. keadaan ini kemudian diyakini bahwa mulai dari langit bumi hingga langit ketujuh. pernah diungkapkan dalam sebuah Hadits (khabar) Nabi Muhammad saw ketika beliau melakukan perjalanan isra mi'raj, yaitu ada kehidupan di atas sana atau alam arwah para nabi, malaikat, tempat-tempat kehidupan di akhirat, tempat sebuah "papan taqdir" hingga tempat pertemuan dengan sang Pencipta Alam Yang Maha Kuasa.
Menurut agama dan kepercayaan lain disebutkan bahwa alam diatas adalah alam khayangan dan alam nirwana.
Sebuah kenyataan hidup bahwa terdapat hierarki kehidupan di alam semesta ini bergantung pada kenyataan dan taqdir makhluk Tuhan diciptakan, dari kerak bumi terendah hingga hal-hal yang tertinggi di alam semesta ini. itu bukan lah lagi sebagai kenyataan hidup namun adalah sebuah kepasatian yang telah ada dan konstan dalam kehidupan di dunia ini.
Sebagaimana diketahui pula keberadaan (eksistensi)hierarki hidup dijadikan sebuah budaya yang mau tidak mau hal itu terahir dan sebagai qodrat manusia. yang kemudian terlahir pula klasifikasi sosial dan stratifikasi sosial dalam bentuk yang berbeda
terkandung pada sudut pandang masing-masing orang di daerah tertentu.
Akhirnya, semua bentuk sudut pandang berasal dari bentuk yang nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar