Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Senin, 01 Februari 2010

Sebuah Rancang Bangun


Tertata Rapi diujung harapan
resapi jejak-jejak ide yang hilang
Rencanakan dan telusuri hal yang utama
buaikan satu rancangan (Wa2 Farid Wazdi'10)

Selintas merasa terkuras terkapar dalam centangan berbagai hal yang mengitari sudut-sudut tertentu. kerancuan merunut bangunan bagai bangunan diterpa atapnya. perangai berkabut mengundang serakan dan sembunyikan buah-buah alam bawah sadar. sesunyi itupun jalan dan jalur pikirannya.
Bangunan apapun itu atau benda apapun itu, bila kenyataan rusak maka akan bisa dirancang kembali dan disusun kembali bahkan dikodifikasi dan dimodifikasi sedemikian rupa. tatanan yang berserakan, susunan piramid atau sesuatu yang tergores dan runtuh akan bisa dirunut kembali menjadi seperti semula hingga lebih baik dari semula.
Dimulai dari akar atau dasar yang masih ada serta bahan-bahan yang juga masih tersedia bahkan berbagai bahan yang terbaru pun tersedia untuk membangun kembali sebuah bangunan yang indah. namun hal ini perlu dirancang kembali secara rapi dan teliti guna menjaga sistematika serta power (kekuatan) bangunan tersebut.
lantai yang masih terplester ada baiknya ditambahkan keramik yang indah agar cantik dan indah pula. tiang-tiang yang bertatakan bata-bata kini lebih ditata dengan penutup dan cat yang elok, resik dan manis. bahkan atap yang dulu terdiri dari ijuk yang dipisah dan menumpuk yang terbang terkena angin, kini tersedia genteng-genteng yang lebih kuat tentunya dengan rancang bangun plafon yang kuat pula.
Maka alam pikir kita pun bisa saja begitu keadaanya. berbagai segi seharusnya mampu diperhatikan. sebagaimana perunutan dibawah ini:
1. Penelusuran Titik-titik materi yang sistematis dan saling berhubungan
2. Penataan bahan-bahan secara global dan diklasifikasikan secara rapi
3. Perumusan materi yang sesuai dengan bahan yang akan disajikan
4. Untuk permulaan sajikan dalam bentuk yang singkat sebagai sebuah kerangka pikiran
5. Pelatihan bahan sajian dari materi (bahasa tulisan) ke perkataan (bahasa lisan)
6. Ikat hal-hal yang penting dalam sebuah bingkai pikiran atau catatan kecil selembar kertas sebagai rumusan.
7. Yakinkan bahwa hal itu bisa dilakukan dan dikerjakan.
Itulah sekilas Tata/ Rancang bangun alam pikiran dalam mengembangkan dan memfungsikan berbagai sudut dari ujung hingga ke kaki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar