Nabi Muhammad saw sosok Manusia yang termulia di Sisi Alloh SWT. Kemuliaan beliau termaktub sebelum diciptakannya Nabi Adam as. Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits yang mengemukakan bahwa jika saja beliau tidak akan diciptakan oleh Alloh SWT, maka niscaya akupun tidak ada (al-haqaiq al-islamiyah fi raddi 'ala al maza'im al wahabiyyah). Dalam perjalanan Nabi Muhammad saw, beliau bertahannuts di gua hira selama 40 hari, untuk menemukan sebuah pencerahan tentang sebuah keadaan di sekitarnya, yaitu Kota Mekkah. Permasalahan ketauhidan, sosial budaya dan tatanan kehidupan lainnya yang carut marut. Misalnya pembunuhan anak perempuan dengan cara di kubur hidup-hidup, fanatisme kesukuan yang terjadi di kalangan kaum jahiliyah dan penyembahan terhadap berhala-berhala. Itu semua membuat Nabi Muhammad saw tergugah untuk mencari sebuah tatanan kehidupan yang madani (sirah Nabawiyah).
Nabi Muhammad saw mendakwahkan ketauhidan, sosial budaya dan tatanan kehidupan lainnya dengan penuh keajaiban. ketakjuban dan keajaiban ini terungkap dalam sebuah ungkapan Alloh SWT, Yaitu Nabi al-Ummi. Ungkapan Alloh SWT mendapatkan tafsiran yang berbeda-beda di kalangan kaum muslimin dan non muslim. Kata Nabi al-Ummi ini, bila dilihat dari segi etimologi adalah Nabi yang bodoh, karena beliau tidak pernah diceritakan pernah belajar membaca dan menulis. Namun ternyata pada wahyu pertama, rasulullah saw mendapatkan "pengajaran" wahyu dari Alloh SWT untuk belajar membaca dan menulis. Wahyu inilah yang menjadikan beliau menjadi seorang Nabi dan Rasul karena ungkapan surat al-Alaq sebagai warna pertama dari Al-Qur'an yang membuktikan sebuah kepiawaian ketatabahasaan dan kesastraan tanpa dipelajari oleh Rasulullah saw. wahyu ini merupakan sebuah kemukjizatan bagi Rasulullah saw yang belum belajar seperti para pujangga dan penyair-penyair pada masa itu.
penyair-penyair dan para pujangga pada masa Rasulullah saw tergolong termasyhur. bahkan ada diantaranya telah terkenal ke seluruh dunia (al-Qur'an alKarim dan terjemahannya: Depag).Namun ternyata kepiawaian mereka mampu dikalahkan oleh Rasulullah saw berdasarkan wahyu Alloh SWT. Rasulullah saw saat itu, merupakan mantan pedagang ulung yang terkenal di jazirah arab. dia terkenal akan kejujurannya sehingga diberi gelar al-Amin.
Selanjutnya, beliau terus menyebarkan ajaran-ajaran al-Qur'an berdasarkan wahyu Alloh SWT hingga para pujangga pun tidak mampu menandingi keindahan dan kemukjizatan tatabahasa dan ungkapan-ungkapan al-Qur'an. sehingga tantangan dari Alloh SWT termaktub di dalam Al-Qur'an dengan tahapan-tahapan tertentu, yaitu tantangan untuk membuat seperti gaya bahasa al-Qur'an sebanyak satu surat, 10 surat dan keseluruhan al-Qur'an. ketiga tahapan tantangan ini adalah sebuah pertanda baiknya dan piawainya orang-orang disekitar Nabi Muhammad saw dalam membuat sebuah ungkapan atau gaya bahasa mereka. Namun ternyata, lagi-lagi mereka tidak mampu menandinginya. dan itulah yang telah dipastikan oleh Alloh SWT dalam Ayat-ayatnya.
Rasulullah saw mendapatkan wahyu dan petunjuk dari Alloh SWT setelah tahannuts selama 40 hari di gua hira. Namun bukan hanya itu yang menjadikan beliau seorang Nabi dan Rasul karena ternyata telah terdapat sebuah ciri-ciri yang nyata sejak beliau dilahirkan yang disebut Irhas. Aura Beliau sejak lahir hingga dewasa telah terlihat. Raut wajah yang bercahaya, Kecerdikan dan ketangkasan pada masa kanak-kanak dan kepribadian yang mandiri dalam segala hal dan berpikir. selebihnya tidak seorang pun ahli sejarah yang menceritakan bahwa beliau pernah membaca dan menulis, Namun kenapa beliau mampu mengungkapkan bahasa-bahasa yang indah yang mampu menjadi penafsir al-Qur'an. untuk bahasa al-Qur'an yang diungkapkan Rasulullah saw itu adalah sebuah mukjizat yang tiada tanding dan tiada banding.
Dengan pemikiran-pemikiran beliaulah Al-Qur'an dibumikan melalui sebuah transformasi tatanan masyarakat jahiliyah menjadi tatanan masyarkat Madani yang aman dan sejahtera. kefanatisan akan kesukuan dan keturunan atau Rasisme dibabat habis dengan sebuah persaudaraan yang maslahatul ummah. kebiasaan mengubur anak perempuan tidak lagi ada digantikan dengan wanita-wanita yang berjiwa besar dan tangguh. jasa-jasa Rasulullah saw ini, mampu dimanifestasikan dan diamalkan oleh segenap tatanan masyarakat di penjuru dunia.
satu hal lagi yang menarik dari sosok Rasulullah saw, beliau mampu menjadikan sebuah tatanan masyarkat tanpa adanya perbudakan. Dalam sejarah islam, beliau tidak mempunyai satu budak atau ammat (budak perempuan) pun. Untuk perempuan-perempuan yang tidak mampu, beliau menjadikannya sebagai istri bukan sebagai amat (budak belian). Maka bohong belaka jika dikatakan islam menghalalkan perbudakan karena Nabi Muhammad saw sendiri tidak pernah mempunyai seorang budak belian. atau budak belian yang pernah beliau beli tidak pernah dianggap dan diperlakukan sebagai budak belian. Adapun pada masa itu Nabi hanya sebagai penghukum atau penegak hukum syari'at terhadap tradisi perbudakan tersebut. karena perbudakan itu adalah tradisi diantara masyarakat jahiliyah sejak zaman Yunani romawi hingga Abad 19-an. dan tradisi perbudakan ini terdapat hampir di seluruh pelosok dunia yang disebabkan adanya sistem kolonial dan imperliasme (penjajahan). Tidak jauh berbeda dengan negara indonesia yang pernah dijadikan budak belanda hingga diperjualbelikan ke daerah Amerika, yaitu suriname.
Maka dari sini, kita bisa mengetahui bahwa al-Qur'an dan Hadits serta ilmu Fiqh yang memakai metode Istinbath hukum sudah ada sejak Nabi Muhammad saw. karena adanya perkembangan pemikiran dan budaya manusia. dalam hal ini, ilmu Fiqh adalah salah satu ilmu yang semestinya terus dipelajari. adapun ilmu Tauhid itu, tidak bisa diganggu gugat sebagaimana ketetapan ahlusunnah waljama'ah sejak Bani Umayyah. yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam (Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam).
Sosok Nabi Muhammad saw adalah sosok yang sangat kontroversial sejak diberikan wahyu oleh Alloh SWT dihadapan kaum Jahiliyah. Betapapun cerdik dan pintarnya para pemikir di sekitarnya saat itu, tidak mampu mengungkap dan menjawab persoalan-persoalan tatanan masyarakat yang sejahtera seperti beliau, akan tetapi Rasulullah saw mampu menjawab berbagai persoalan-persoalan dari berbagai dimensi (Multi Dimensi).
Maka dari itu, seorang filosof biasa dikenal dengan Keradikalannya dalam berpikir. Rasulullah saw dalam menumbuhkan dan menjawab persoalan-persoalannya tidak pernah berpikir secara radikal namun Radikal dalam mengungkapkan segala hal yang diberikan Oleh Alloh SWT dengan tepat dan Lugas. Sebenarnya sisi filosof yang sebenarnya adalah orang yang mampu mensistematisasi dan menata sebuah tatanan yang bermanfaat bagi khalayak. karena seorang filosof bekerja keras dengan otaknya untuk menemukan sebuah jawaban. dan Nabi Muhammad saw mendapatkan semua jawaban-jawabannya hanya melalui sebuah wahyu. Maka layaklah kiranya, Rasulullah saw dianggap sebagai seorang Filosof karena kepaiawaian dan kecerdasan belaiau sejak kecil dan bahkan pantaslah beliau mendapatkan gelar dari itu, yaitu bergelar Nabi dan Rasul Alloh SWT karena Intuisi Rasulullah saw tidak tertandingi oleh para filosof manapun.
Wawa (Moch) Farid Wazdi Sanjari At-Taziqy
03-01-2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar