Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia
Saya sebagai perintis perpustakaan pribadi "Tandziful Qulub" sejak Tahun 1998. Saya dibesarkan di Pondok Pesantren al-Khoeriyah kel.Ciherang Kec. Cibeureum Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. saya menyukai hal-hal yang berbau filsafat sejak dibangku Aliyah, dan buku pertama yang mengilhami dan yang pertama saya baca adalah Pengantar ilmu filsafat karya Jujun suryasumantri. Sejak saat itu saya belajar segala hal meski tidak terlalu dalam karena bagi saya ada satu ilmu yang perlu saya pelihara dan saya jaga yaitu, Ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan Islam sebagai ilmu pokok. Kegemaran membaca buku beraroma filsafat mampu mengguggah keinginan untuk memanifestasikan kitab sumber islam, yaitu al-Qur'an sebagai kitab sumber yang mampu dibumikan sebagimana buku Prof.DR.Quraisy Shihab.

Rabu, 11 Agustus 2010

Menuai Kebaikan Di Bulan Suci Ramadhan

Seindah-indahnya kehidupan di hari-hari yang lain, yang biasa-biasa saja. Tiada ada lagi hamparan tuaian pahala kebaikan yang disediakan Alloh swt kecuali keberkahan berbagai kebaikan di bulan suci ramadhan. Kesucian di bulan ini terpelihara dari lahir hingga bathin.
lencana-lencana tiada lagi terlihat dihadapan-Nya, hanya Alloh swt yang mampu menilai dari segala bentuk yang ada pada hari-hari di bulan suci ini. Sejenak terungkap dalam sebuah kalimat-Nya (firman-Nya), yaitu diwajibkan atas kalian semua berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kalian menjadi orang yang taqwa.
sebuah ungkapan Alloh swt yang memberikan jalan atau kaifiyat untuk menjadi seseorang yang termulia disisi-nya, yaitu melalui berpuasa. Sebulan diwajibkan berpuasa yang disertai 3 aspek yang dibagi pada 3 dasa ramadhan ini, rahmatan, magfirotan dan itqun minanar menjadi sebuah perwujudan kasih sayang ALloh swt kepada Ummatnya.
Sejalan dengan itu, kebaikan-kebaikan yang dilakukan pada saat itu akan dilipat-gandakan dengan puasa yang dijalani sebagai manifestasi keberkahan. Sodaqoh sunnat maupun zakat fitrah yang biasanya dibagikan menjadi sebuah monumental hantaran Alloh swt atas ummatnya.
begitupun kesucian seorang hamba pada bulan ini lebih suci diatas kesucian bila kebaikan-kebaikan yang dilakukan dan bila diketahui konsep-konsep dasar di bulan ramadhan. dimulai anjuran untuk bersedekah, membaca al-qur'an, sholat malam dan hal-hal lain yang Rasulullah saw lakukan selama bulan ramadhan.
3 aspek diatas merupakan salah satu konsep Alloh swt dibulan ramadhan dinatara konsep-konsep yang ada. terdapat konsep Alloh swt yang diantar oleh rasulullah saw, yaitu lailatul qadar yang mana hal ini dijadikan suatu momen yang indah dan dianggap besar, yaitu Nuzulul qur'an. keduanya, merupakan sebuah konsep duniawi dan ukhrawi, nuzulul qur'an merupakan manifestasi dari adanya lailatul qadar atau sebuah garis lanjut dari penurunan al-qur'an pada saat laialtul qadar, yaitu penerimaan wahyu pertama rasulullah saw di guha hira, yang nantinya dilanjutkan dengan penurunan secara bertahap atau berangsur-angsur. karena hakikat peristiwa lailatul qadar adalah turunnya para malaikat dan ruh untuk mengurusi berbagai urusan didunia, adapun penurun al-qur'an pada saat itu adalah turunnya al-qur'an dari lauhil mahfudz ke langit dunia (baitul 'izzah).
satu hal yang perlu diingat adalah bahwa turunnya al-qur'an kepada Nabi Muhammad saw adalah setelah adanya peristiwa laialtul qadar, berdasar pada bukti-bukti yang ada, yaitu:
1. Tanggal 17 Ramadhan adalah hari peringatan diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi saw di guha hira.
2. Peristiwa lailatul qadar itu berkisar dari tanggal 21-akhir ramadhan.
Oleh karenanya, tidaklah masuk akal bila penurunan wahyu pertama lebih dahulu dari pada peristiwa lailatul qadar, mengingat dan menimbang pada data diatas.
kembali kepada kesucian dibulan ini, adalah sebagian besar rukun islam dilakukan pada bulan ini, kecuali ibadah haji. karena konsep islam sesungguhnya adalah menuju kepada kesucian dan mensucikan diri manusia dari berbagai hal yang merusak jati diri manusia baik lahir maupun bathin. dan karena Alloh sendiri menyukai orang yang suka mensucikan diri (al-baqarah:222).
Dibulan pula terdapat Bonus yang tiada terhingga, yang dicari-cari dan dianjurkan untuk dicari, yaitu bertepatannya do'a kita atau mengetahui peristiwa laialtul qadar yang disertai dengan do'a yang langsung kita panjatkan kepada Alloh swt ataupun ibadah-ibadah lain yang bertepatan dengan peristiwa turunnya para malaikat dan ruh itu, karena kebaikannya akan berlipat ganda bahwa lebih dari 1000 bulan kebaikan yang dilakukan manusia secara continue. Siapapun pasti tertarik akan berlipat gandanya kebaikan yang melebihi batas usia Nabi kita sendiri, sekira 83 tahun lebih kebaikan yang dilakukan manusia yang beribadah dan bertepatan dengan peristiwa malam lailatul qadar.
Akhirnya, ibarat menuai diladang yang tak perlu bercocok tanam hanya tinggal menyiram dan memetik hasil dengan bonus jaminan hasil yang melebihi 83 tahun hidup manusia bila diketahui dan tepatnya siraman kita pada saat hujan rahmat Alloh swt melalui para malaikat dan ruh tadi.
mudah-mudahan kita semua disucikan dan mendapatkan kebaikan-kebaikan tadi. Amin ya rabbalalamin............
Wawa Farid Wazdi'10
Edisi Agustus'10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar